Breaking News
Home / Dakwah / Tentang dakwah

Tentang dakwah

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar – benar dalam kerugian. Kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasihat menasehati dalam kesabaran.” (Qs. Al -`Ashr 1- 3 )

Surat Al -`Ashr ini adalah surat pendek yang terdiri dari tiga ayat, akan tetapi merupakan surat yang agung disebabkan kandungan makna yang sangat mendalam di dalamnya. Oleh karena itu Imam Asy Syafi`i Rahimahullahu Ta`aala pernah mengatakan berkaitan dengan surat ini ; “ Kalau seandainya manusia mentadaburi surat ini niscaya surat ini cukup bagi mereka.“

Tersirat dalam surat ini terkandung 5 pondasi dasar yang diperlukan oleh manusia, dimana manusia akan merugi kecuali orang yang beriman (IMAN) dan mengerjakan amal sholeh (AMAL), serta nasehat (ILMU) menasehati (DAKWAH) dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran (SABAR). Apabila setiap point di atas (Iman, Amal, Ilmu, Dakwah dan Sabar) masing-masing bernilai 20% keimanan, maka jika tidak lengkap keimanan itu jika kelima hal tersebut tidak diamalkan keseluruhannya.

Iman di sini bukan sekedar mengatakan saya beriman dan bukan hanya sekedar islam, karena iman yang sesungguhnya adalah iman yang menghujam di dalam tubuh seperti disebutkan dalam rangkaian ayat yang indah di surat Al Hujurat:

“Orang-orang Arab Badui itu berkata, “kami telah beriman”. Katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan RasulNya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka kepada Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar” (Al Hujuraat: 14-15).

Iman yang benar adalah Iman yang mengakui seutuhnya apa yang diperintahkan Allah lewat Alquran dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW melalui sunnahnya. Ini berarti beriman seutuhnya terhadap kisah-kisah yang disebutkan dalam Alquran dan juga mengakui seutuhnya Alquran sebagai “way of life” yang menuliskan yang secara  eksplisit aturan-aturan seperti ibadah (sholat, zakat, puasa, haji), kepemimpinan (ulil amri), muamalah (jual beli, perkawinan termasuk di dalamnya masalah poligami, tarbiyatul aulad dll). Tidak ragu-ragu dalam ayat di atas juga dapat berarti tidak memilih-milih aturan yang sesuai dengan kita saja lalu mengabaikan apa-apa yang tidak sesuai dengan hati kita.

Kemudian iman yang sudah menghujam di dalam hati ini harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Amalan sholeh yang dimaksud dalam ayat ini adalah setiap amalan yang didalamnya terkandung dua hal, yaitu ikhlas hanya karena Allah SWT dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW seperti yang dicontohkan oleh sunnah-sunnahnya. Keikhlasan menjadi sangat penting karena tidak sedikit orang yang menyangka amal sholehnya akan diterima padahal di dalamnya tercampur dengan niat-niat lain yang mengurangi keikhlasan.

“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatanya dalam kehidupan ini sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya” (AL Kahfi: 103-104)

Hal penting ketiga yang tersirat dalam surat ini adalah menasehati, dimana sebaik-baik nasehat adalah ilmu. Itulah sebabnya menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah sejak lahir sampai masuk ke liang lahat. Sedemikian tingginya kedudukan ilmu, sehingga Allah SWT berjanji akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu seperti dijelaskan dalam ayat:

“NIscaya Alalh akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat..? (Al Mujadalah:11)

Jika seorang mukmin sudah mendalami 3 hal di atas (Iman, Amal dan Ilmu), dengan benar maka seorang otomatis akan memahami bahwa ketiga hal itu belum lengkap jika tidak melakukan hal berikutnya yaitu dakwah. Dakwah adalah bagian dari diin Islam itu sendiri, sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadits arbain, “Ad diinu nasihah, kulna liman? Lillahi, walikitabihi walirasulihi waliaimatil muslimin wa ‘ammatihim” (Ad diin adalah nasehat. Untuk siapa? Untuk Allah, untuk kitabNya, untuk Rasulullah, untuk  pemimimpin Islam dan ummatnya (HR: Bukhori-Muslim).

Dakwah di sini memiliki makna yang luas, bukan dalam arti yang sempit menyampaikan ayat-ayat Allah SWT. Seperti disebutkan dalam hadits di atas, ada hak-hak Allah, Kitab, Rasul, Pemimin dan Umat muslim sendiri. Untuk sekedar memenuhi hak Allah saja, perlu effort yang luar biasa, tidak akan pernah cukup waktu 24 jam ini. Salah satu hak Allah adalah bagaimana mentauhidkan Allah sebenar-benarnya tauhid. Ini sama halnya dengan  memahamkan diri sendiri, memahamkan keluarga kecil, memahamkan keluarga besar, memahamkan masyarakat di sekeliling kita sampai menegakkan kalimat Allah di masyarakat di dunia. Belum lagi dengan hak-hak lain yang perlu ditunaikan pula. Hal ini menuntut seluruh potensi yang kita miliki apapun itu, bisa berupa ilmu, harta kekayaan bahkan sampai jiwa kita sendiri.

““Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka”. (At Taubáh: 111)

Itulah sebabnya disebutkan dalam penutup surat ini, karena beratnya tuntutan dakwah, kita perlu mengedepankan kesabaran. Sabar agar tetap taat kepada Allah, menahan diri dari bermaksiat kepadaNya serta sabar terhadap ketetapan Allah berupa ujian-ujian dalam kehidupan dunia.

“Tidaklah suatu bencanapun yang menimpa di bumu dan tidak pula pada diri kalian melainkan telah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (Al Hadiid:22)

Jakarta, 30 April 2014

N.B: Ringkasan ceramah KH Miftah Faridh tahun 1990 di SRIT Tokyo, yang ditulis ulang dengan penuh keharuan. Salah satu penjelasan ayat-ayat Allah yang memberikan hantaman kuat di dada. Satu-satunya ceramah yang saya dengar langsung dari beliau dan sejak itu belum pernah lagi bertemu dengan beliau dan tetiba mendengar tadi malam beliau sedang dirawat di salah satu RS di Singapore. Mohon doanya untuk beliau. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan dengan sebaik-baik kesembuhan.

Sensei Edi Sukur

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

Metode Menghafal Al-Qur’an

Assalamu’alaikum… Bismillah… Izin kulsap, afwan kemaleman. Kulsap kali ini tentang cara menghafal Al-Quran dengan 2 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *