Home / Bedah Buku / The Desicion Book, 50 models for strategic thingking

The Desicion Book, 50 models for strategic thingking

download

📕Judul : The Desicion Book, 50 models for strategic thingking
📝Penulis : Mikael Krogerus dan Roman tschppeler
📋jumlah Hal : 179 hal
💻penerbit : profile books

Dibedah oleh Hilmy Maulana Rachmawan

Gambaran umum dari buku ini, adalah sebuah sajian “design thinking”. Buku ini mencoba membuat sebuah pemetaan beberapa konsep pemikiran, dan digolongkan sesuai dengan kegunaannya. Memang, secara singkat, buku ini menjelaskan tentang “bagaimana membuat keputusan” . Tapi, secara rincinya, buku ini memberikan penjelasan kontekstual sesuai dengan kebutuhan dan kegunaannya.

WhatsApp Image 2019-03-17 at 21.38.22

Salah satu yang menarik, buku ini menggunakan sebuah peta koordinat yang menggambarkan pembahasan di dalamnya. Ada aspek diri sendiri dan orang lain dan aspek perbuatan dan pemikiran.

Area A merupakan bagian yang ditujukan untuk memperbaiki/mengembangkan diri sendiri. Di dalamnya ada cara cara untuk memetakan potensi diri, bagaimana memaksimalkan potensi kerja, hingga mengevaluasi sumber daya.

Bagian B, berisi kiat kiat untuk memahami diri sendiri lebih baik lagi. Ada indikator untuk mengetahui kecocokan kerja, mengetahui dimensi kerja kita, dan lainnya.

Bagian C, digunakan untuk memahami orang lain lebih baik lagi. Ada cara cara pengubahan individu menjadi tim, ada pula grafik pengukuran kerja tim, hingga menyeimbangkan instruksi dalam memimpin suatu tim.

Bagian D, adalah bagaimana cara kita untuk memperbaiki/mengembangkan orang lain. Bagian ini memuat kiat pembagian kerja, tips pendelegasian, hingga menilai kerja tim.

Isi dari buku ini adalah design thinking. Sebuah desain pemikiran. Maka, yang dapat menerjemahkannya menjadi hasil, adalah pembaca itu sendiri. Salah satu keunggulan dari buku ini, adalah penyajian grafik dan diagram yang membantu kita untuk memahami cara kerja dari desain pemikiran tersebut. Ditambah lagi, ada contoh kasus dan lembar kerja yang digunakan dengan maksud memberikan kesempatan untuk kita mempraktikkan langsung desain pemikiran yang sudah dijelaskan. Sehingga buku ini sangat direkomendasikan untuk mereka yang sedang berusaha menemukan pola kerja atau desain pemikiran yang mendasari sistem kerja. Baik di kantor, organisasi, ataupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan penulisnya, merupakan alumnus Sekolah Ekonomi Kaospilot di Denmark. Krogerus sendiri berprofesi sebagai reporter. Sedangkan rekannya, Roman Tschappeler merupakan seorang produser kreatif di denmark.

Berdasarkan latar belakang penulis, bisa diambil simpulan bahwa pengalaman dan tuntutan kerja dari masing masing penulis. Prospektif profesi yang berbeda, tersebut. Membawakan ciri khas dalam buku ini. Karena buku ini terbitan penerbit luar negeri, maka harganga tinggi dan dicetak dalam bahasa Inggris.

Kabarnya, buku ini tersedia dalam bahasa lainnya. Ada sekitar 20 judul buku yang diterbitkan dalam beragam bahasa. Semoga salah satunya Indonesia.

Saya cukupkan sekian, selamat melanjutkan aktivitas masing masing. Mohon maaf bila terdapat kekurangan, kata yang kurang berkenan, hingga kesalahan lainnya. Semoga bisa dilengkapi di lain hari.

Terima kasih banyak kamk ucapkan atas perhatiannya dan kerjasamanya.

Saya akhiri, Wassalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh

S: Bisa dijelaskan lebih detail gak a, b, c, d?

H: Contohnya : Berikut merupakan salah satu model Design Thinking yg dinamai “AI Model” tujuannya adalah untuk memetakan argumen yg disampaikan dalam forum kerja atau diskusi. Orang yg menyebutkan argumen berisi “ya, lalu/dan juga/kemudian.. ” berarti ia cenderung bersifat positif-konstruktif.

Sedangkan dia yang menjawab dengan “ya, tapi/mungkin…” cenderung masuk dalam tipe positif-destruktif. Sampai sini adalah saat desain Thinking. Namun, ketika kita memutuskan untuk mengambil grafik ini sebagai pedoman, dan kita terapkan saat forum atau diskusi, maka saat itu, sudah masuk dalam proses “pengambilan keputusan”.

WhatsApp Image 2019-03-17 at 22.42.04

Bagian A : how to improve myself

Bagian A merupakan bagian dasar, karena bagian ini memberikan kiat kiat memperbaiki kinerja kita di lapangan. Pekerjaan kita banyak, sedangkan waktu dan energi yang dimiliki terbatas. Sehingga, akan siasia kerja kita, bila tidak ada perbaikan dalam sistem kerja. Nah, bagian A merupakan bagian yang berisi cara cara memperbaiki kinerja kita. Mulai dari bekerja secara efektif, menemukan solusi, memperpanjang jangkauan visi, hingga mengelola tanggapan orang lain hehehe.

Bagian B : how to understand myself better

Bagian ini digunakan untuk mengenali dan memahami diri sendiri. Beberapa hal yang diungkap di bagian ini adalah, “hal apakah yang membuat kita bahagia dan seberapa kuat kadarnya”, kemudian ada pula cara untuk “bagaimana melihat diri sendiri, dan bagaimana orang lain melihat kita”, “pembagian cara dan model berpakaian”, “hingga model dimensi energi” sehingga, kita dapat membangun pengetahuan mengenai diri sendiri dan mengetahui kemungkinan bagaimana orang akan memandang kita😅.

Kayaknya pakai contoh akan lebih mudah difahami ya hehe

WhatsApp Image 2019-03-17 at 23.05.51

Untuk contoh bagian A, coba saya kasih bagian yang sudah cukup populer, yaitu Matrix Eisenhower. Matrix ini dapat digunakan untuk mengklasifikasikan tugas dan pekerjaan yang kita punya. Dengan menyeleksi berdasarkan tingkat keterdesakannya.

WhatsApp Image 2019-03-17 at 23.12.38

Untuk bagian B, ini adalah model energy. Ada tiga aspek yg dinilai, yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan. Bagian yang diarsir merupakan porsi terbanyak yang seringkali kita alokasikan sehari-hari. Secara tak langsung ini pun mewakiki kultur daerah tersebut.

Misal, Gambar a mewakili Eropa yang sering mengulang masa masa kejayaan Eropa, kala menjadi penakluk lautan dan penjelajah. “dulu, nenek moyang kami… , dulu kami berjaya… “.

Gambar b mewakili Amerika. Benua penuh persaingan yang menuntut untuk memiliki visi jauh ke depan. “Besok aku harus melakukan ini ini dan bla bla bla”.

Gambar c mewakili negara industrial di Asia. “Yang penting hari ini makan, besok mah gampang”.

Bagian C : how to understands others

Berusaha memberikan gambaran terkait apa apa saja yang digunakan untuk mengerti dan memahami orang lain. Pasalnya, ketika kita hendak bekerja dalam tim, kita perlu mengenal perangai, sikap, sifat, pokoknya segala aspek darinya. Harapannya, dengan mengenalnya, akan mudah untuk mendorongnya dalam target kerja yang diinginkan oleh kita.

A: Ini kayak kuadran management waktu stephen covey yah.

WhatsApp Image 2019-03-17 at 23.20.30

H:BagianDhow to improve other

Bagian ini digunakan untuk optimalisasi dan memaksimalkan adanya tim. Maka, setelah mengenalnya dengan baik, kita bisa terapkan metode kerja yang baik untuk tim kita.

Salah satu contohnya adalah alur kerja seorang staf. Dari awal ia perlu dibimbing. Full instruksi dari atasan. Namun, seiring dengan berkembangnya waktu, maka bisa berpindah ke metode coaching, supporting, hingga mendelegasikannya untuk beberapa misi yang bisa ia kerjakan.

Sekian dulu ya

About Admin

Check Also

Bedah Buku: 10 Jurus Terlarang Karya Ippho Santosa

Jurus #1 Mulailah dengan yang KananKanan. Banyak hal yang dimulai dari yang kanan itu baik, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *