Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Hikmah Kehidupan / Think Positive

Think Positive

prasangka baik - www.anneahira.com
prasangka baik via www.anneahira.com

Sebal sekali rasanya terhadap tetangga kamar kos ini. Huff. Aku menggerutu meski tak ku keluarkan kepadanya. Mencoba untuk bisa bersabar. Bagaimana tidak sebal? Malam-malam selalu berkeras-keras memutar film dalam laptopnya. Tak lupa speaker aktif membuat suasana semakin mencekam. Jika film horor yang dia tonton, suara cekikikan dan erangannya menembus dinding pemisah antara kamarku dan kamarnya, menggelegar. Apalagi kalau yang di putar adalah film perang. Ha ha, tidak hanya itu. Dia sedang belajar gitar elektrik. Maka malam itu serasa panjang dengan alunan gitar elektriknya. Mungkin membuat apapun yang akan tertidur lama tidurnya karena harus beradaptasi dengan suara itu. Berisik. Lain lagi dengan yang satu ini. Kalau saya pulang ke kos, biasanya akan melewati gang di sela-sela dua rumah. Ini lagi. Di gang itu ada pintu yang dibuat menuju salah satu bagian dari rumah. Diperuntukkan untuk pekerja yang didatangkan dari desa. Kalau orang-orang muda ini sukanya membuat tumpukan sampah di jalan gang. Seringkali juga memenuhi gang dengan asap rokoknya.

Yah begitulah. Ulah mereka. Kurang begitu saya sukai. Namun, suatu saat akhirnya pandangan itu berubah. Si tetangga itu pergi untuk beberapa lama. Padahal saat itu kamar-kamar yang lain kosong karena pada pindah, entah karena sudah berkeluarga, ke lapangan, dan sebagainya. Dan sepi. Sepi. Mencekam. Ha ha. Suara-suara yang tadinya bergemuruh dan tidak disukai itu akhirnya saya rindukan. Suasana yang tidak mencekam, riuh rendah yang diharapkan. Lain pula dengan penghunin gang. Sekarang menjadi sepi. Banyak tikus berkeliaran. Gelap. Suasana yang tidak nyaman. Maka barangkali itulah adagium yang saya contohkan untuk bisa mentadabburi satu ayat Qital, tetapi mempunyai satu makna yang dalam. Ayat itu adalah :
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
Ayat ini adalah ayat qital, tetapi para ulama mengambil madu intisari dari ayat ini untuk diterapkan pada kehidupan manusia. Kerap kita merasa kurang suka pada sesuatu itu, padahal sesuatu itu baik, meski ada gangguan yang membuat kita tidak menyukainya. Pun menyukai sesuatu yang sesungguhnya itu kurang baik bagi kita. Dimulai dari yang sederhana. Suami yang tidak menyukai istrinya yang melakukan tawar menawar terlalu lama. Tapi sungguh dibalik itu adalah kebaikan bahwa pengeluarannya bisa ditekan, penghematan. Bukankah itu baik?

Manusia suka pada makanan yang gurih karena mengandung MSG yang over, tapi sungguh efeknya tidak begitu baik pada kesehatan. Atau manusia yang benci melakukan pertemanan karena teman dan pertemanan kadang menyakiti, tetapi tentu manusia tidak akan baik ketika sendiri dan menyepi. Hal-hal semacam itu menjadi satu hikmah yang dalam atas sebuah definisi apa yang baik dan apa yang disenangi atau disukai atau dicintai.
Maka dalam hal ini luar biasalah ketika Nabi mengatakan bahwa mukmin itu ajaib dengan sabar dan syukurnya. Sabar ketika ada sesuatu yang tidak kita sukai dan dengan kesabaran itu kita mendapatkan apa yang baik bagi kita. Dan syukur pada sesuatu yang kita miliki sehingga apa yang kita sukai dan belum ada pada kita tidak membuat satu keburukan dalam diri kita. Apa yang baik berbeda dengan apa yang disukai. Apa yang baik berbeda dengan apa yang diinginkan.

Maka dalam terminologi doa, ada doa yang diijabah Alloh dengan memberi apa yang baik, bukan apa yang diinginkan. Dan ini adalah karunia yang besar. Imam Ahmad bin Hambal barangkali tidak suka alias kecewa karena beliau tidak boleh bermalam di masjid karena dilarang oleh penjaganya. Kecewa, walau tidak ditampakkannya. Sehingga beliau bertemu penjual roti yang mengajaknya pulang. Penjual roti yang selalu beristighfar dan punya doa agar bisa bertemu dengan Imam Ahmad. Dan penjual roti itu pun bertemu dengan Imam Ahmad meski tidak tahu kalau itu adalah Imam Ahmad. Barangkali memang kecewa karena tidak bisa ke masjid, tetapi dengan kesabaran beliau, beliau mendapati apa yang luar biasa. Beliau mendapat satu kebaikan. Kebaikan itu adalah hikmah. Hikmah untuk tahu tentang luar biasanya istighfar. Istighfar yang membuat Imam Ahmad akhirnya ditakdirkan ke rumah penjual roti untuk dipertemukan dengan penjual roti itu. Hikmah yang sangat dalam. Apa yang disukai, dan apa yang baik. Maka mari kita selalu berhusnudhon padaNya, karena pada hambaNya yang diberikan adalah yang baik.

Kalibata
Ikhsanudin

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

via www.ummi-online.com

Kehormatan Perasaan

Well, Dari lirik lagu tersebut mengingatkan saya pada seseorng yang pernah saya kenal. Kau sebut ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *