Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Bedah Film / White House Down VS Rockefeller dan Rothschild

White House Down VS Rockefeller dan Rothschild

white-house-down
white-house-down via prairiedogmag.com

Film ini menceritakan sekelompok teroris yang berusaha menggulingkan presiden kulit hitam AS yang saat itu berkuasa. Namun usaha tersebut berhasil digagalkan oleh John Cale seorang polisi yang hadir untuk wawancara menjadi pengawal pribadi presiden namun ditolak karena pernah putus kuliah dan sulit diatur. Ia datang bersama anaknya yang terobsesi dengan white house dan presiden, dan mengajaknya tur di gedung putih. Intrik politik cukup kental di film ini. Dan seperti biasa, dugaan teroris pada awalnya dialamatkan pada muslim, namun dugaan itu terpatahkan berkat keberanian anaknya si John Cale yg berhasil merekam foto para teroris dan menyebarkannya di youtube, sebelum akhirnya ia disandera.

Penyanderaan white house dilatar belakangi ketidakpuasaan salah satu pejabat AS atas keputusan presiden untuk berdamai dengan bangsa Arab. Maka iapun menjadi otak aksi kudeta dan presiden dipaksa untuk meluncurkan misil (nuklir) ke negara-negara Arab. Dan jika ini terjadi maka perang dunia ketiga pun tidak dapat terelakan. Si pejabat yang tidak puas dengan keputusan presiden ini akhirnya memanfaatkan Walter, salah satu pejabat gedung putih, orang kepercayaan presiden yang juga punya dendam pribadi kepada presiden, untuk manyusupkan sekelompok teroris ke white house. Di film ini juga terlihat bahwa otak perencanaan juga berlapis-lapis. Selalu ada seseorang di balik layar atas suatu kejadian.

Model film seperti ini ternyata banyak, misalnya serial  the Bourne, B-13 Ultimatum, Hitman, The A-team, dll. Inti ceritanya selalu berujung bahwa otak kekacauan di suatu negara itu adalah pejabat pemerintah di negara itu sendiri. Dan sangat mungkin mereka memiliki otak lain dibelakangnya. Mungkinkah itu merupakan penggambaran kondisi yang sebenarnya di struktur pemerintahan di dunia ini, khususnya di AS? Bahwa banyak pejabat boneka atau mungkin negara boneka untuk memenuhi ambisi segelintir orang. Well, nothing impossible.

Jikalau kita membaca sepak terjang keluarga besar iluminati dua diantaranya adalah Rothschild dan Rockefeller. Maka mungkin kita akan menemukan jawaban dari pertanyaan saya di atas. Roth dan Rock menguasasi dunia lewat uang. Mereka bisa membeli apapun untuk menuntaskan cita-cita Yahudi Zionisme, untuk membentuk the new world order. Dan tak segan membunuh siapapun yang menghalangi jalan mereka meskipun ia pernah jadi sahabat dekatnya. Contohnya Napoleon Bonaparte, jendral besar panglima Perancis yang fenomenal, ia diangkat dari keterpurukannya saat hanya menjadi seorang prajurit biasa oleh Rothschild. Dia tahu Napoleon punya potensi dan ambisi, dan ia selalu tahu siapa orang yang pantas menuntaskan pekerjaannya. Maka mulailah Napoleon disetir untuk memerangi Paus dan gereja-gereja di Perancis, mekipun saat itu Napoleon adalah seorang Kristiani.

Beberapa tahun Napoleon berhasil jadi boneka Rothschild sampai akhirnya jendral ini menyadari gelagat buruk bahwa Rotschild hanya memanfaatkan dirinya untuk sebuah ambisi yang justru akan menghancurkan Perancis. Dan ketika Napoleon mulai membelot, Rotschildpun tidak segan mengirim pembunuh untuk Napoleon, dan pembunuh itu adalah sahabatnya sendiri yang telah dibeli oleh Rotschild. Ada isu juga bahwa sesungguhnya Napoleon masuk Islam dari ref buku ‘Satanic Voices – Ancient and Modern’ dengan penulis David M. Pidcock (1992 ISBN: 1-81012-03-1), berita di Surat kabar Perancis ‘Le Moniteur’, yang menulis bahwa Napoleon masuk Islam pada tahun 1798. Buku ‘Napoleon And Islam’ dengan penulis C. Cherfils (ISBN: 967-61-0898-7). Jika benar, mungkin keislamannya pula yang telah menyadarkan Napoleon akan bahaya ambisi Rotschild dan menyulut kemarahan Rotschild.

Dinasti Rothschild dan Rockefeller diduga memiliki kekayaan yang tak terhingga jumlahnya dan diduga pula mereka yang menguasai perekonomian dunia saat ini. Tidak ada yang tahu pasti jumlah kekayaan mereka dan bisnis apa sesungguhnya yang mereka kerjakan. Kebijakan inflasi dan pengaturan harga emas dunia merekalah yang mengaturnya. Jika suatu negara mengalami krisis moneter, maka bisa jadi mereka penyebabnya begitu kata Gary Allen. Rockefeller menguasai perusahaan-perusahaan minyak di dunia dan memiliki ratusan yayasan dalam berbagai bidang, pendidikan, sosial, ekonomi, media. Jadi tidak heran jika ada isu “berita pesanan” berita yang tak sesuai antara berita dan fakta. Bisa jadi media itu memiliki jaringan dengan dinasti Rockefeler. Tugas pokok Rock adalah membentuk opini publik melalui media, lembaga pendidikan dan agama. Rockefeller dan Rotsh biasa menghalalkan segala cara untuk melenyapkan ambisinya.

Rothschild, tak beda jauh dengan Rockefeller, bahkan mungkin ia lebih buruk dari Rockefeller. Ia dijuluki King of Zionism karena ia adalah otak dari semua aktivitas gerakan Zionisme. Dinasti Rotschild merupakan otak dan penyuplai dana dari berbagai revolusi, perang, pemberontakan, konstelasi politik di Eropa, Timur Tengah dan AS. Dinasti inilah yang mendanai dan menyulut terjadinya Revolusi Perancis, Perang Dunia I dan II, dan penyanderaan terhadap bangsa Palestina. DR. John Coleman dalam bukunya Rothschild Dynasty hasil penelitiannya selama 10 tahun dengan rinci menjelaskan peran dinasty Roth dalam serangkaian huru hara tersebut, termasuk bagaimana sejarah pendudukan kaum Yahudi Zionis di Palestina. Buku ini cocok untuk jadi salah satu ref sejarah, namun saya tidak yakin ini boleh dipakai di sekolah.

Dinasti ini juga telah berhasil menciptakan pejabat-pejabat korup di AS dan beberapa negara lain dibawah kekuasaan Roth dan tak mustahil di Indonesia. Setiap keturunan Roth punya negara kekuasaan sendiri. Dan presiden2 serta pejabat penting di negara tersebut pada umumnya adalah boneka Rotschild. Kalau mereka memberontak maka tunggu saja tanggal kematiannya. Seperti John F. Kennedy, ia mati ditembak oleh pembunuh bayaran Rotschild karena Kennedy menolak kredit pinjaman yang ditawarkan Rotshild. Kennedy lebih suka jika AS maju karena dibangun oleh usaha rakyatnya. Hanya satu pejabat yang ditakuti Roth yakni pejabat yang jujur. Maka dengan segala cara merekapun akan melenyapkan atau menjegal pajabat tersebut.

Katanya ada 13 dinasti iluminati yang masing-masing punya tugas khusus untuk menunaikan misi the new world order. Dan hebatnya mereka terorganisir dengan rapih dn sangat pandai menyimpan rahasia. Para penelitipun sulit untuk menembus blokade mereka. Bocornya rahasia mereka banyak diperoleh dari mantan anggota illmuninati yang mengundurkan diri. Namun yang pasti akhirnya kita tahu bahwa yahudi zionisme tidak main-main dengan ambisinya untuk membentuk tatanan dunia baru. Mereka tidak punya negara khusus namun mereka bisa menjadi penguasa dimanapun mereka berada. Mungkin mental mereka dibentuk dari ketidaknyamanan yang amat sangat karena tidak punya negara. Dan mereka sudah menguasai semua bidang strategis di dunia ini. disini saya kagum dengan semangat, pengorganisasian, konsistensi, cara negosisasi, merekrut pengikut setia, dan bagaimana cara mereka menurunkan semangat menciptakan the new world order ke setiap generasinya hingga saat ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Rupanya kekuasaan Rockefeller pun sudah sejak lama menghantui Indonesia. Standard Oil milik Rockefeller adalah perusahaan migas yang berdiri di Indonesia setelah Royal Deutc-Sell. Dan seperti biasa Rockefeller pun bermain curang untuk menyingkirkan pesaing-pesaingnya di Indonesia. Yang ini bukunya belum selesai saya baca. Silahkan bisa baca sendiri judulnya Mafia Migas vs Pertamina, Ismantoro Dwi Yuwono. Mungkin lain waktu bisa kita bedah secara khusus. Iluminati pernah dibubarkan saat zamannya pres Sukarno namun disyahkan lagi UU-nya saat jaman Gus Dur dan sampai saat ini mereka bebas bergerak di Indonesia. Bukan hal mustahil jika negara dan pemerintahannyapun sudah digerogoti karena baca dari sejarah begitulah cara mereka eksis di suatu negara.

Kembali ke film di atas, saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa begitu sentralnya peran pejabat negara terlebih yang menempati posisi-posisi strategis. Pejabat yang hijau melihat uang akan mudah tergiur dan mudah dibeli. Kondisi ini pula yang sangat mungkin menimpa negara kita saat ini. Maka begitu gigihnya mereka menentang pejuang-pejuang muslim untuk menduduki kursi pemerintahan. Fitnah pun dihemuskan, media pun dibeli, masyarakatpun diprovokasi, umat pun dibiarkan saling mencaci maki. Akhirnya kita berkata bahwa mereka cukup berhasil memperdaya negara-negara miskin ini. Ah jangankan negara miskin, negara maju saja mereka mampu kuasai.

Inget kasus flu burungnya bu Menkes, bukunya sudah pada dibaca kan ya? Kenapa lalu AS sangat gigih menentang bu Menkes dan kenapa SBY minta buku tersebut ditarik? Benarkah analisa bu Menkes tentang kemungkinan pembuatan senjata biologis? Setelah saya membaca buku Roth Dinasti maka jawabannya sangat mungkin. Zionisme Yahudi punya komite 300 yang didalamnya adalah orang-2 kepercayaan Roth. Menurut komite ini, dunia saat ini telah dipadati oleh mahluk tak berguna (manusia) yang akan menghasilkan sumber daya alam karena laju pertumbuhannya sangat cepat. Solusianya, sebagian manusia harus dimusnahkan, dengan cara perang baik skala besar ataupun kecil. Perang belum cukup bagi mereka, selanjutnya mereka membuat ide untuk menyebarkan wabah penyakit dan pandemi secara berkala untuk memusnahkan lebih banyak lagi manusia, termasuk salah satunya AIDS dan mungkin virus2 lain. Black Plague Pandemic yang mereka ciptakan telah sukses membunuh banyak manusia di abad petengahan.

Sadar atau tidak, akhirnya kita harus mengakui bahwa kita masih dijajah dengan cara yang sangat halus. Saking halusnya hampir sebagian besar manusia berfikir bahwa kita telah bebas dari penjajahan. Inilah penjajahan gaya baru. Pejabat dan pejuang yang baik harus siap diperangi oleh penguasa dunia, mungkin nasibnya dapat berakhir seperti Napoleon dan Kennedy.

Lalu bagaimana kita mencari solusi? Gary Allen dalam buku Rockefeller’s Files memberikan perumpamaan, jika ada arus listrik yang tidak terkendali dan menghancurkan rumah kita, apa yang akan kita lakukan? Diam saja melihat rumah kita hancur? Tidak bukan, tentu kita akan memutus arus listrik dari sumbernya, dengan cara mematikan sikring atau memutus kabelnya. Hal sama dilakukan terhadap para konspirator ini. Mereka melancarkan aksinya melalui tangan2 pejabat kotor. Mereka ada dibalik pembuatan UU yang menguntungkan ambisinya. Semua urusan negara diatur oleh UU. Mereka tidak akan mampu berkutik jika tidak didukung oleh UU. Maka wajarlah jika para konspirator ini sangat takut kepada pejabat yang jujur. Karena pejabat yang jujur tidak bisa mereka dibeli untuk dijadikan boneka. Jika DPR atau lembaga lain adalah perancang UU maka wajib kiranya kader dakwah yang jujur menjadi bagian di dalamnya bahkan jika mampu kuasai. Maka jika ada gerakan Islam yang tidak mau memberikan suara saat pemilu, maka saya sarankan mereka membaca buku Rockefeller dan Rothschild agar dibuka wawasannya. Sayapun pada awalnya tdk berfikir sejauh ini sebelum membaca dua buku tersebut, meskipun yang Rockefeller belum tuntas karena gaya bahasanya agak monoton.

Kesimpulannya, semangat mendukung dan memilih pemimpin yang jujur di pemilu-pemilu selanjutnya.

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

tausiah cinta

Petikan Hikmah dari Film Tausiyah Cinta

Awalnya saya berfikir film ini akan sama dengan film-film bertemakan cinta pada umumnya yng juga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *