Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/kamussma/mjr-sjs.net/wp-blog-header.php on line 7
Yang Sulit Disebut Namanya – MJR-SJS
Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates
Breaking News
Home / Pengetahuan Umum / Yang Sulit Disebut Namanya

Yang Sulit Disebut Namanya

sahabat
via http://static.republika.co.id

Teman-teman pernah mendengar kisah Al Uraniyyin? Kisah Al Uraniyyin adalah kisah yang terjadi pada bebrapa orang penduduk dari Ukl dan Urainah. Kisah ini terjadi pada masa kenabian, yaitu pada bulan syawal 6H.

Mulanya, ada beberapa orang dari daerah tersebut yang datang ke Madinah. Mereka masuk Islam. Namun tak berapa lama mereka jatuh sakit. Rasulullah mengutus mereka untuk pergi ke suatu penggembalaan unta. Mereka diperintahkan untuk meminum air susu dan memanfaatkan air kencing dari unta tersebut. Setelah sehat kembali, mereka justru membunuh penggembalanya, merampas unta-unta tersebut dan murtad dari Islam. Maka Rasulullah mengutus Kurz bin Jabir Al Fihri untuk mengejar dan mencari mereka bersama dua puluh sahabat.

Rasulullah berdoa untuk kemalangan dari penduduk Urainah yang telah murtad tersebut “Ya Allah, buatlah mereka bingung tidak mengetahui jalan. Buatlah jalan itu lebih sempit dari perelangan tangan.”

Allah mengabulkan doa beliau. Mereka tidak tau jalan dan akhirnya tertangkap. Sebagai hukuman qishash atas perbuatan mereka, kaki dan tangan mereka dipotong dan mata mereka dicongkel, lalu mereka dibiarkan begitu saja dihamparan padang hingga mereka mati. Hadits tentang mereka ada dalam Ash Shahih, riwayat Anas*

Kisah Al Uraniyyin terjadi pada tahun ke 6 setelah hijrah. Peristiwa ini terjadi satu tahun setelah Perang Khandaq. Urutannya, Perang Khandaq (Syawal-Dzulqaidah 5H) lalu Perang Bani Quraizhah (Dzulqaidah 5H) lalu Perang Al Muraisi’ (Sya’ban 6H). Jika diamati, disetiap jarak waktu antara peperangan selalu ada satuan pasukan muslimin yang dikirim oleh Rasulullah ke beberapa tempat. Tentu tempat tersebut memang beralasan untuk didatangi oleh satuan pasukan kaum muslimin.

Setelah Perang Muraisi’, dalam rentang waktu bulan Sya’ban-Syawal 6 H terdapat 4 satuan pasukan muslimin yang dikirim oleh Rasul. Mereka adalah satuan pasukan Abdurrahman bin Auf, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar Ash Shidiq dan Kurz bin Jabir Al Fihri.

Nah teman-teman, pertanyaan saya sekarang adalah siapa diantara keempat pemimpin satuan pasukan tersebut yang paling tidak familiar di telinga kita? Kurz bin Jabir Al Fihri. Ya, saya bahkan perlu waktu untuk mengingat kembali namanya. Bahkan, saya sempat kesulitan menyebut nama beliau. Mungkin karena saya jarang baca siroh nabawiyah, tapi saya memang baru menemukan nama beliau dalam kisah Al Uraniyyin tersebut. Hehehe..

Nama Kurz bin Jabir Al Fahri tidaklah setenar nama tiga sahabat yang lain. Abdurrahman bin Auf, Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar Ash Shidiq memiliki kisah khas masing-masing yanh bisa kita ceritakan panjang lebar.. namun tidak untuk Kurz bin Jabir. Saya khususnya, hanya bisa menceritakan kisah tentang beliau melalui kisah Al Uraniyyin. Just it, now.

Teman-teman, jika kita perhatikan, di dalam siroh nabawi banyak sekali nama sahabat yang namanya sulit kita ingat, bahkan sulit untuk diucapkan. Itu terjadi karena memang sebagian dari nama mereka hanya muncul sekali atau dua kali dalam peristiwa sejarah terbesar didunia ini. Bahkan tentu ada banyak sekali nama sahabat yang tidak kita kenal namanya hingga saat ini.. nama mereka hilang namun jejak kepahlawanan mereka terus hidup hingga saat ini.

Kenyataan tersebut memberikan hikmah kepada kita bahwa setiap individu muslim pasti punya potensi yang bisa diberdayakan untuk Islam, untuk dakwah Islam. Kita sebagai tentara dari sebuah pasukan, sebagai anak panah yang terpancang pada busur, tentu seharusnya berkeyakinan tinggi siap untuk melesat dalam rangka menegakkan agama Allah. Siapapun komandannya, siapapun pemanahnya.

Meskipun kita tidak terkenal-haha- bahkan mungkin hanya punya satu keahlian, tetaplah yakin bahwa kita punya peran dalam dakwah Islam. Kerja kita sebagai anggota pasukan pasti berpengaruh terhadap keseluruhan pasukan. Kerja kita sebagai anggota jamaah pasti berpengaruh terhadap kinerja jamaah secara keseluruhan. Maka jika kerja kita baik tentu efeknya akan baik, jika kerja kita buruk maka efeknya tentu akan jauh dari kata baik.

Dalam kerja manajemen tim, kisah -yang sulit disebut namanya- menceritakan teladan dari Rasulullah dalam memimpin sebuah tim. Sebagai pemimpin, beliau mampu mempercayai anggota-anggota pasukan untuk mengemban suatu amanah. Beliau mampu mendistribusikan peran-peran dakwah secara adil ke setiap individu muslim yang membersamainya.

Hikmah lain dari kisah ini adalah.. perasaan ikhlas.
Banyak sekali kisah-kisah kepahlawanan muslim yang mengajarkan makna ikhlas. Mereka -yang sulit disebut namanya- adalah sosok-sosok pengingat untuk kita tentang makna ikhlas.

Ikhlas adalah menginginkan keridhaan Allah dengan melakukan amal dan membersihkan amal dari polutan duniawi. Karena itu seseorang tidak mencemari amalnya dengan keinginan-keinginan jiwa yang bersifat sementara, seperti menginginkan keuntungan, kedudukan, harta, ketenaran, tempat dihati manusia, pujian dari mereka, menghindari cercaan mereka, mengikuti bisikan nafsu atau penyakit-penyakit dan polutan lain.**

Dalam fase berjuang di dunia, banyak sekali godaan untuk melakuan amal karena selainNya, yah sadar atau tidak sadar. Maka tentu sudah seharusnya kita meluruskan niat bekerja hanya untuk menginginkan keridhaan Allah semata.
Mereka -yang sulit disebut namanya- telah membuktikan kepada kita bahwa pahlawan tak mesti punya nama.

Oleh:
Rahmawati Sa’diyah
16 Desember 2015

Sumber:
*Siroh nabawiyah karya Syaikh Syafiyurrahman Al Mubarakfury dan Qowaidud Da’wah Ilallah karya Dr.Hammam Abdurrahim Said
**Syarah Risalah Ta’alim karya Muhammad Abdullah Khatib

About Admin

Admin komunitas MJRS-SJS. Sebuah komunitas yang berupaya membiasakan diri dengan one day one juz + dzikir + Qiyamullail. Selain itu, ada program-program menarik dalam komunitas ini seperti kulsap (kuliah whatsapp), Bedah Buku, Bedah Film dan Kajian Telegram.

Check Also

https://www.dompetdhuafa.org

Rohingya

with Theme : Rohingya Facilitator : ARH (Social Development Manager of Dompet Dhuafa) Moderator : ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *