Home / Pengetahuan Umum / Mengenal Abu Wafa Al-Buzjani

Mengenal Abu Wafa Al-Buzjani

Screenshot_2021-03-30-11-20-25-680_com.android.chrome

Ilmu trigonometri seperti sinus dan cosinus diperkenalkan pertama kali oleh matematikawan muslim yang bernama Abu Wafa Al-Buzjani. Beliau lahir di di Buzjan, Khurasan (Iran) pada tanggal 10 Juni 940/328 H. Sejak masih kecil, kecerdasan Abu Wafa sudah tampak dan hal ihwal itu ditunjang dengan minatnya yang besar di bidang ilmu alam. Dia belajar matematika dari pamannya, Abu Umar al-Maghazli, dan Abu Abdullah Muhammad Ibn Ataba. Sedangkan ilmu geometri dikenalnya dari Abu Yahya al-Marudi dan Abu al-Ala Ibn Karnib.

Screenshot_2021-03-30-11-24-10-728_com.android.chrome

Sebagaimana umumnya sarjana muslim klasik, selain menguasai astronomi, Abu al-Wafa juga mahir dalam matematika. Banyak karya yang diberikan Abu Wafa bagi studi matematika diantaranya trigonometri.

Trigonometri merupakan istilah dari bahasa Yunani, yaknitrigonon(tiga sudut) danmetro(mengukur). Trigonometri memiliki peran sangat vital dalam matematika modern. Saat arsitek menegakkan bangunan-bangunan tinggi yang kokoh dan megah, mereka memerlukan ilmu trigonometri. Mereka tidak akan bisa membangunnya dengan baik jika tidak menguasai ilmu trigonometri dengan baik pula.

Salah satu kontribusinya dalam trigonometri adalah mengembangkan fungsi tangen dan menemukan metode untuk menghitung tabel trigonometri. Ia juga dianggap sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan sinus dan kosinus.

Abu Wafa menemukan relasi identitas trigonometri, seperti :
sin (a+b) = sin (a) cos (b) + cos (a) sin (b)
cos (2a) = 1 2 sin^2 (a)
sin (2a) = 2 sin (a) cos (a)

Mungkin teman-teman tidak asing lagi dengan identitas trigonometri diatas yaa (semoga) . Rumus-rumus penting itu hanyalah secuil hasil pemikiran Abul Wafa yang hingga kini masih bertahan.

Kemampuannya menciptakan rumus-rumus baru matematika membuktikan Abul Wafa adalah matematikawan Muslim yang sangat jenius.

Dalam ilmu matematika, kontribusi Abu al-Wafa mencakup aspek baik teoritis dan praktis dari ilmu tersebut. Kitab praktisnya pada geometri, seperti Kitabfima yahtaju ilayhi al-sani min ilm al-Handasa, kita tersebut tak tertandingi di antara karya-karya geometris dari jenisnya yang ditulis pada peradaban Islam. Kitab itu ditulisnya atas permintaan khusus dari Khalifah Baha ad Dawla. Salinannya berada di perpustakaan Masjid Aya Sofya, Istanbul.

Sementara kitab yang lainnya yaitu Kitab Al-Majisti yang merupakan kitab karya Abul Wafa yang paling terkenal dari semua kitab yang ditulisnya. Salinannya yang juga sudah tak lengkap kini tersimpan di Perpustakaan nasional Paris, Perancis.

Beliaujuga menulis kitab praktis tentang aritmatika, Kitab tentang buku tentang apa yang diperlukan dari Ilmu Aritmatika untuk Para Juru Tulis dan Pengusaha (Kitabfima yahtaju ilayhi al-ummal wa-l-kuttab min ilm al-hisab).

Abul Wafa wafat pada 15 juli 998 di Baghdad, Irak. Iasangat berjasa dalam memajukan matematika dan astronomi. Karya-karyanya masih tetap dijadikan acuan hingga sekarang. Usahanya di ranah ilmu pengetahuan tidak akan mati bersama jasadnya. Bahkan, data yang telah dikumpulkan dari hasil pengamatannya digunakan para astronom di abad setelahnya.

Selanjutnya, semoga kita bisa mengambil pelajaran dan semangat atas berbagai karyanya seperti ilmu trigonometri yang kita pelajari saat ini.

Sumber : minanews.net, id.wikipedia.org

Mecco Mandala Putra

About Admin

Check Also

Peluang Menulis Novel Online

Saya sedikit sharing terkait salah satu materi yang cukup menarik untuk dikerjakan teman-teman yang mungkin ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *