Home / Pengetahuan Umum / Pentingnya Menjaga Bumi

Pentingnya Menjaga Bumi

Pentingnya Menjaga Bumi

11-49-32-th

Banyak hal yang seharusnya kita renungi akhir-akhir ini. Bencana alam terjadi dimana-mana baik yang disebabkan oleh manusia ataupun alam itu sendiri. Yang miris adalah ketika bencana alam terjadi banyak disebabkan oleh ulah manusia tak bermoral dan tak bertanggung jawab. Banjir, tanah longsor, kebakaran hutan adalah diantaranya.

Bukankah Allah sudah menciptakan bumi dan seisinya untuk memudahkan manusia? Tapi faktanya sebagian dari kita masih banyak yang kurang mensyukuri akan hal itu. Membuang sampah sembarangan, menebang pohon secara liar lalu membakarnya begitu saja tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan dan bumi. Padahal kita sudah diamanahkan untuk menjaga bumi oleh Allah SWT.

Seperti yang tercantum dalam Alquran surah Al-Qashash ayat 77:
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Sebenarnya banyak hal sederhana yang bisa dimanifestasikan untuk menjaga bumi. Mulai dari hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan di sekitar rumah, seperti membuang sampah pada tempatnya untuk mencegah kemungkinan banjir, menanam tanaman sebagai penyuplai oksigen untuk makhluk hidup lainnya, ataupun mengolah sampah yang bisa dimanfaatkan untuk membuat hal-hal yang bermanfaat.

Tapi kenyataannya, manusia saat ini sudah terjebak oleh kebiasaan untuk mengatasi dari pada mencegah. Jakarta, adalah Ibukota negara kita. Jika mendengar Jakarta pasti akan sangat identik dengan banjir. Ya, banjir di Jakarta yang tak kunjung ada solusinya salah satunya disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap sampah. Sungai yang seharusnya menjadi seluran air digunakan untuk membuang sampah oleh masyarakat. Tetapi ketika banjir melanda, masyarakat menyalahkan pemimpin yang menurutnya tak becus menangani banjir.

Berkaca dari uraian di atas sebenarnya bukan hanya tanggung jawab pemimpin untuk mencari solusi terhadap permasalahan lingkungan tetapi pemimpin juga membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mensukseskan solusi tersebut. Solusi sebagus apapun akan tetap gagal jika masyarakat tidak taat terhadap pertaturan lingkungan, terutama mengenai sampah.

Berbicara mengenai sampah, ada 2 jenis sampah yang umumnya dikenal masyarakat, yaitu sampah organik (sampah yang bisa terurai oleh dekomposer : dedaunan, sisa-sisa makanan dll) dan sampah anorganik (sampah yang tidak bisa diuraikan oleh decomposer : botol plastik, botol kaca, plastik, dll). Berbeda jenis sampah maka berbeda pengolahannya. Saya ada contoh pengolahan sampah organik dan anorganik.

Untuk sampah organik salah satunya bisa dengan mengubahnya menjadi ecoenzyme. Sampah yang bisa digunakan untuk ecoenzyme ini contohnya seperti sisa buah dan sayuran yang belum busuk, gula, dan air. Sedangkan untuk alatnya hanya menggunakan wadah yang bisa tertutup rapat. Kegunaan dari ecoenzyme ini sangat banyak, diantaranya bisa digunakan untuk cairan pengepel lantai, mencuci pakaian, penyegar udara, bahkan sebagai pupuk. Nah untuk informasi lengkap dan cara pembuatannya bisa saudara lihat di :

Sedangkan untuk sampah anorganik, yang paling banyak menimbulkan masalah adalah plastik. Jika dibakar akan menghasilkan gas-gas beracun yang berbahaya untuk manusia tapi jika dibiarkan begitu saja mebutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Salah satu solusi untuk sampah plastic ini adalah dengan mengubahnya menjadi ecobrick.

Ecobrick ini bisa digunakan sebagai bahan pembuatan meja, kursi, bahkan pengganti batu bata. Cara membuatnya cukup sederhana, hanya membutuhkan sampah plastik, botol plastik bekas lengkap dengan tutupnya, dan stik untuk merapatkan plastik yang dimasukkan ke dalam botol. Untuk cara detail pembuatannya bisa dilihat di :

Catur Kurniawan

About Admin

Check Also

Sejarah Kopi Di Indonesia

SEJARAH KOPI DI INDONESIA Banyak orang menyangka kopi adalah komoditi asli Indonesia. Padahal kopi bukan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *