Home / Pengetahuan Umum / Sunnah dan sains

Sunnah dan sains

image sains
via satupena.id

SUNNAH DAN SAINS

Al-quran dan hadist merupakan sumber hukum dalam islam yang menjelaskan kaidah-kaidah dalam menjalani kehidupan dan mengatur segala sesuatu dalam berbagai aspek dalam kehidupan umat muslim. Al-quran dan sunnah Nabi sama-sama memberikan penjelasan mendasar pada ranah yang membahas tentang akidah, ibadah , akhlak dan muamalat. Hadist merupakan manifestasi perkataan, perbuatan dan pengakuan dari nabi kita Muhammad SAW 14 abad yang lalu. Di mana hadist yang dimaksud di sini adalah pada konteks kehidupan sehari- hari. Tentu segala sesuatu yang dilakukan oleh nabi kita Muhammad SAW sangat sedikit atau bahkan tidak pernah memberikan dampak negatif pada diri baginda. Misalkan sunnah saat makan, minum , berjalan dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana sains menjelaskan hal ini?

Sains adalah suatu alat , suatu cara khusus untuk menginvestigasi suatu pernyataan. Dan investigasi tersebut pasti diawali dengan sebuah pertanyaan dan menjadi hipotesis. Langkah berikutnya adalah melakukan eksperimen untuk menguji hipotesis tersebut. Dan akhirnya menarik sebuah kesimpulan dari hasil eksperimen tersebut. Para ilmuwan juga sering melakukan penelitian ulang dari hasil eksperimen orang lain apakah nanti hasilnya sama atau tidak.

Dalam Islam ada istilah Islamisasi Ilmu Pengetahuan, yaitu naturalisasi sains untuk meminimalisir dampak negatif dari sains sekuler. Tujuannya adalah untuk melindungi islam dari ilmu yang sudah tercemar dan menimbulkan kesesatan.

Baik, Kembali ke pembahasan. Bagaimana relasi antara sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah yang dibuktikan dengan pembuktian sains.

Salah satu contohnya

Hadist Nabi

Tidak diperbolehkan Meniup air minum dalam Wadah (Hadist Shahih Kitab Sunan Darimi hal. 2041)

Fakta Ilmiah

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan hal -hal kecil. Salah satunya adalah larangan meniup makanan dan minuman. Ada nilai hikmah yang terkandung di dalamnya. Secara Sains tidak boleh meminum minuman yang masih panas karena nanti struktur molekul dalam air akan berubah menjadi zat yang membahayakan kesehatan. Di dalam air terdapat 2 buah atom Hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom okseigen . Dan apabila dihembuskan napas pada minuman, maka akan mengeluarkan karbondikosida (CO2). Dan apabila CO2 bercampur dengan air (H2O), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya jika masuk ke dalam tubuh kita.

 

Referensi http://journal.walisongo.ac.id/index.php/wahana/article/view/820/728

Rangga Alif faresta

About Admin

Check Also

Sejarah Kopi Di Indonesia

SEJARAH KOPI DI INDONESIA Banyak orang menyangka kopi adalah komoditi asli Indonesia. Padahal kopi bukan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *