Home / Dakwah / Tawadhu

Tawadhu

Tawadhu

Image Tawadhu
https://assajidin.com

Sudah tidak asing bukan dengan Tawadhu? Tawadhu adalah sifat yang amat mulia, namun sedikit orang yang memilikinya. Ketika orang sudah memiliki gelar yang mentereng, berilmu tinggi, memiliki harta yang mulia, sedikit yang memiliki sifat kerendahan hati, alias tawadhu. Padahal kita seharusnya seperti ilmu padi, yaitu kian berisi, kian merunduk.

Memahami Tawadhu

Tawadhu adalah seni menundukan hati

Tawadhu merupakan sikap pertengahan antara sombong dan melecehkan diri. Sombong berarti mengangkat diri terlalu tinggi hingga lebih dari yang semestinya. Sedangkan melecehkan yang dimaksud adalah menempatkan diri terlalu rendah sehingga sampai pada pelecehan hak (Lihat Adz Dzariah ila Makarim Asy Syariah, Ar Roghib Al Ash-fahani, 299). Ibnu Hajar berkata, Tawadhu adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa tawadhu adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya. (Fathul Bari, 11: 341)

“Lalu, jika kita bertanya, bagaimana Tawadhu’ pada saudara seiman?

Ikhwafillah,

Teladan terbaik ada pada diri Rasulullah Saw. bagaimana ia bersikap pada para sahabat-sahabatnya.

Allah Taala berfirman,

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab: 21)

kisah yang menjelaskan tawadhunya Nabi :

Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Anas radhiyallahu ‘anhu beliau menceritakan:

“Pernah ada seorang budak yang berada dikota Madinah, menggandeng tangan Rasulallah Shalallahu alaihi wa sallam lalu diajak pergi untuk membantu urusannya”. HR Bukhari no: 6072.

Bahkan lebih mengesankan lagi dari itu semua, sebuah hadits yang dibawakan oleh al-Baghawi dalam syarhu sunah dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, diceritakan bahwa Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Aku makan sebagaiman makannya seorang hamba sahaya, dan aku duduk seperti duduknya seorang budak”. HR al-Baghawi 13/248. Dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam silsilah ash_Shahihah no: 544.

Masya Allah, mari kita belajar banyak dari Rasulullah, manusia yang di jamin syurga tapi selalu bersifat rendah hati

Ikhwafillah, demikian kulsap yang bisa ana sampaikan, mohon maaf bila masih banyak terdapat kekurangan. Terkait dengan beberapa hadis ana dapatkan Sumbernya dari “islamHouse.com”

Jazzakillah, Wassalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Trisna A. hase

About Admin

Check Also

Via diandandunia.net

Misi Hidup

Alkisah, ada seorang raja yang menugaskan seorang menterinya untuk pergi ke sebuah kota dalam situasi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *