Home / Hikmah Kehidupan / Ternyata Aku Belum Mengerti Mereka

Ternyata Aku Belum Mengerti Mereka

Ternyata Aku Belum Mengerti Mereka
via https://pxhere.com/id/photo/759682

Menyelami dunia anak

Berbagai karakter di kelas, mulai dari yang moody sampai yang banyak bicara, hiperaktif nggak bisa duduk lama.

Baru pertamakali mendapat tanggungjawab yang seharusnya sudah dari dulu sebagai wali kelas, namun baru kali ini saya diberi kesempatan. Percayalah Allah selalu memberikan amanah sesuai dengan kemampuan kita nggak akan lebih dari itu.

30 anak dalam 1 kelas, awal-awal masih kurang percaya diri bisa nggak ya? bisa nggak ya? nanti kalau nggak bisa nahan emosi gimana? Dan berbagai ketakutan lainnya.

Kelas saya kali ini adalah gabungan siswa-siswi dari 3 kelas pararel.

Sebelum mengajar dan mendidik mereka, saya mencoba observasi melalui 1 wali kelas yang lalu karena 2 wali kelas yang lain sudah resign dan belum pernah menyapanya alhasil nggak berani buat korek2 + simpan kontaknya hahaha. Hasil dari observasi itu adalah banyak anak-anak yang berpredikat sebagai “laki-laki cerewet”. Untuk anak-anak spesial lainnya belum sempat terkorek.

Benar juga di awal-awal mengajar sudah “dihadang” dengan peristiwa-peristiwa yang tidak ada di benak saya. Ada yang menangis sampai meraung-raung di depan kelas bahkan di gerbang sekolah yang bebas dilihat wali murid dan siswa lainnya berangkat sekolah. Ada yang suka teriak-teriak ketika ada hal yang nggak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Ada yang suka jalan-jalan malas duduk di tempat. Ada yang Moody. Ada yang pendiam karena memang dulunya agak sedikit terlambat perkembangan motoriknya dari teman-teman yang lainnya. Ada yang “laki-laki feminim” dan lain sebagainya. ~Kok saya jadi curhat ya.~

Di awal pertemuan untuk menunjang pembelajaran yang kondusif, sudah disepakati peraturan-peraturan kelas bersama antara wali kelas dan anak-anak. Hal apa yang boleh dan hal apa yang nggak boleh dilakukan, lengkap dengan “hadiah” yang akan mereka terima jika melanggarnya. Hadiah-hadiah mendidik mulai dari membaca istighfar, dzikir sampai membersihkan dan mengepel kelas sudah disepakati.

Berjalan kurang lebih 3 bulan lamanya, ternyata saya merasa masih belum mengerti dan memahami mereka. Masih sering merasa kalau diri ini bukan guru yang baik buat mereka. Meskipun begitu saya tetap mencoba dan berusaha untuk membuat mereka nyaman dengan saya dan memahami mereka bukan hanya 1 atau 2 anak tetapi semuanya.

Dan ternyata untuk mengaplikasikan apa yang sudah kita pelajari di perkuliahan tak semudah itu ferguso…..

Masih perlu banyak belajar, dan menerapkan berbagai macam metode pembelajaran pada mereka. Dan tentu perlu juga waktu lebih untuk memahami mereka. Apa yang kita tanamkan sekarang nggak bisa kita panen secepatnya, mungkin satu tahun yang akan datang, mungkin 10 tahun yang akan datang atau bahkan mungkin nanti di saat kita sudah tak ada lagi di dunia ini.

Semoga nantinya bisa lebih sabar membimbing dan mengantarkan mereka menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah, Sholih dan sukses dunia akhirat nya.

 

Anik Rochimah

 

About Admin

Check Also

Salah Paham Bersosial Media

Percaya atau tidak, media sosial yang diharapkan mendekatkan yang jauh justru kadang menjauhkan yang dekat. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *