Home / Dakwah / Perjalanan menuju Allah

Perjalanan menuju Allah

Perjalanan menuju Allah #1

Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Kita semua sedang berada di jalan yang sama, yaitu perjalanan menuju Allah SWT. Semakin hari perjalan kita semakin dekat dengan-Nya. Dan dalam hari-hari itulah waktu untuk kita semua memupuk amal, melakukan yang terbaik untuk Allah dan bermanfaat bagi sekeliling. Selama waktu tersebut telah banyak kejadian yang menimpa, juga perbuatan yang telah dilakukan. Perbuatan beriringan dengan ikhlas. Perbuatan beriringan dengan ridha. Perbuatan yang kita lakukan bisa perbuatan baik atau perbuatan buruk. Perbuatan buruk tentu akan membawa kesengsaraan dan perbuatan baik akan membawa kepada kebahagiaan. Perbuatan baik haruslah diiringi dengan hati yang ikhlas. Gimana tolak ukurnya? ketika dia ikhlas dia tidak akan kecewa dengan apapun hasilnya.Perbuatan akan membawa kita menuju kejadian/takdir. Seperti contoh kita belajar habis-habisan untuk mengikuti tes beasiswa adalah perbuatan dan hasilnya baik/buruk adalah kejadian.

Kejadian ini adalah murni hak perogratif Allah terhadap hamba-Nya, bisa berbuah manis atau berbuah pahit. Kejadian ini beriringan dengan ridho. Gimana tolak ukurnya? ketika dia ridho dia tidak akan mengeluh

Kejadian baik pahit/manis keduanya dijadikan sebagai ladang amal bagi hamba-Nya. Kejadian manis menjadi ladang amal yang subur dan kejadian pahit menjadi ladang amal yang lebih subur. Contohnya supir taksi ketika mengantar penumpang dengan jarak dekat bayarannya pasti berbeda ketika ia mengantarkan penumpang dengan jarak yang jauh, dan tentu bayarannya akan lebih tinggi jika jaraknya jauh.

Jangan lelah berbuat baik. Amal baik bisa dibalas dengan kejadian pahit/manis. Amal baik yang dibalas dengan kejadian manis berarti perintah untuk melakukan hal yang lebih baik lagi. Amal baik yang dibalas pahit berarti perintah untuk tetap beramal.
Sejak lahir hingga wafat nanti, kita masih terus berjalan menuju Allah. kita baru akan turun dari tunggangan ketika hari perjumpaan dengan-Nya tiba.

Sekian kulsap dari saya, semoga menjadi penguat dan pengingat bagi kita semua, aamiin. Wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

Sumber : Fawaidul Fawaid karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah hal. 424-426 & Kajian Tafsir surah An-Nur: 61 oleh Ust. Syatori Abdul Rauf @Masjid Nurul Ashri Deresan, Yogyakarta.
Rahma Nabilla

About Admin

Check Also

Nikmat Mana lagi yang Kita Dustakan?

Nikmat Mana lagi yang Kita Dustakan? Di dunia ini, banyak orang yang masih hidup namun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *